Kamis, 14 November 2013

Rindu Itu Sederhana



Sederhana, betapa aku merindukan percakapan kecil kita.
Sederhana, betapa aku merindukan perdebatan yang kita buat.
Sederhana, betapa aku merindukan raut wajahmu yang sedang bahagia dan sedih.
Sederhana, betapa aku merindukan sifat dan sikap tegasmu.
Sederhana, betapa aku merindukan kedewasaan dan kesabaranmu menghadapiku.
Sederhana, betapa aku merindukan caramu membuatku untuk tidak unmood lagi.
Sederhana, betapa aku merindukan kamu ada disampingku.
Sederhana.. Ya, rindu itu sederhana.



#“Dan senja masih saja mendeyutkan ,Tentang rindu yang tidak pernah mau di pulangkan,

Yang Kau butuhkan :*



Yang kau butuhkan adalah wanita jujur yang damai wajahnya saat tidur,
Yang matanya terbelalak bergembira menyambut wajahmu yang biasa,
Yang tertawa renyah menyaksikan kelucuan anak kecil,
Yang berusaha menyenangkanmu dengan penganan yang dicoba dimasaknya sendiri,
Yang menghemat uangmu,
Yang menyemangatimu untuk menjadi profesional atau pebisnis yang sukses,
Yang memelihara kehormatannya,
Yang mesra dan manja kepadamu, tapi tegas dan galak dalam membela nama baikmu.

Aku Ingin menjadi orang yang berjiwa besar :)


aku ingin hidup menjadi orang yang berjiwa besar
berani meminta maaf duluan baik aku yang salah maupun tidak
mengutamakan kepentingan orang banyak dari pada pribadi
menekan sebisa mungkin ego yang ada dalam diri
hapus semua pikiran merasa paling hebat,
hilangkan semua pikiran bahwa keperntingan sayang yang harus diutamakan
aku ingin hidup menjadi orang yang berjiwa besar…
lebih bijak dalam bersikap..
lebih teliti dalam menilai..
lebih dewasa dalam bertindak….
aku ingin hidup menjadi orang berjiwa besar….
sekali pun aku yang dirugikan, berharap Allah akan mencatatkannya sebagai amalan
walaupun sering dimanfaatkan, berharap Allah yang Maha membalas segala amal kebaikan
Aku ingin hidup menjadi orang yang berjiwa besar…
terus dan terus berbuat baik.. hingga lelah, hingga lelah itu lelah mengikuti…
berbuat lebih banyak dari biasanya„, tak mengharap imbalan dunia kecuali ridho Allah
ya Aku ingin hidup menjadi manusia yang berjiwa besar…
muslimah tangguh
walaupun dianggap berlebihan dalam berkata..
aku tak peduli… sudah kuputuskan… aku ingin hidup seperti itu…
mungkin tak mudah…
tapi aku akan terus mencoba…
terus dan terus mencoba…

#ReBlog 

Minggu, 10 November 2013

Aku Selalu Bangun Lebih Pagi



Sudah sering kukatakan,
jarak jauh adalah pertanda,
bahwa Tuhan ingin kita menguatkan cinta.

Maka aku ingin hati kita tetap merasa dekat,
walau kita telah dipisahkan ribuan kilometer jarak.

Aku sudah memutuskan,
untuk bangun lebih pagi dari waktu bangun tidurmu di sana.
Aku ingin suaraku lah yang kau dengarkan pertama kali.
Mengucapkan selamat pagi,
mengecupmu walau hanya melalui elegi,
dan mendengarkan suara kekanakanmu dengan berseri.

Aku ingin mengirimkan doa-doa,
walau raga kita tidak nyata saling merangkul mesra.
Aku ingin memastikan,
kau tak melewatkan waktu sarapan.

Aku ingin kau mengingatku,
sebanyak aku mengingatmu.

Maka, aku akan terus bangun lebih pagi.
Kelak nanti, akan kubuatkan kau dan putra-putri kita,
sarapan dengan penuh rasa cinta.

-#TiaSetiawatiPriatna

Jumat, 08 November 2013

Aku dan kamu ? Kita sama :)





Karna Bagaimanapun, aku tetap Hilyatun Nurlailiyah.
Yang selalu percaya Bakat itu ada, yang bangga lahir dari sepasang Romeo dan juliet versi kacamataku.
Bapak yang Hebat dan Ibu dan Tangguh.
aku bangga. aku bahagia. aku haru.

mereka yang buat hilya kecil berani bermimpi.
berani melangkah sekalipun dalam keterbatasan.

ini aku, tetap Hilyatun Nurlailiyah.
Yang percaya Hujan itu anugerah paling indah setelah Ibu.
yang percaya, minyak telon adalah kehangatan No dua setelah sebuah pelukan.
Yang percaya sepotong cokelat dimulut, dapat berikan ketenangan hingga berlanjut.
yang percaya, permen lollypop adalah permen paling nyaman yang berikan sensasi beda. dengan kombinasi warna sempurna. itu hidup.
yang percaya, kucing, boneka, dan anak kecil adalah satu takdir yang patut aku syukuri sepanjang hidup.
yang menjadi keluarga baru setelah adek-adekku, Mbak, mbah, tante,, om, Bu; de, Be' le' atau siapapun termasuk : Kamu.

aku tetap Hilyatun Nurlailiyah.
dan Kamu ?


ayoo, aku hanya ingin mengajak kalian mensyukuri keterbatasan, menerima kesederhanaan sebagai Nikmat paling wajib kita Nikmati :)

kamu dan aku sama, sama percaya Bahwa mimpi adalah awal dari kita jadi orang besar.
Kamu dan aku sama, sama penikmat segala fasilitas Tuhan.

mari kita bersyukur telah dilahirkan dengan anggota tubuh lengkap.
mari kita bersyukur telah dilahirkan dalam satu naungan kasih sayang Ibu bapak yang amat dalam.

kamu dan aku Beruntung, karna bisa tertawa tanpa beban.
tanpa berpikir esok masih bisa makan atau tidak ?
sedang mereka yang kelaparan?


mari mari mari.. kita mengahargai perbedaan.
dan Alhamdulillah ala Kulli halin.

Betapa Tuhan yang maha Baik tak pernah menyia-nyiakan kita :)


Terimakasih, Tuhan Sayang.
Untuk Nikmat Hidup di BumiMu.
kami HambaMu yang selalu tak tau diuntung, maafkan. maafkan. maafkan.
Tuhan sayang.. :)

Mengapa selalu kamu ? ;)


Kumohon berhentilah mempertanyakan 
mengapa selalu kamu yang akan kupilih menjadi pendamping hidupku.
Karena jika kau tak berhenti bergumam,
biarlah saja kata demi kata ini yang akan berbicara.
Maka perhatikanlah dengan seksama.
Kamu itu seperti kebetulan yang ditakdirkan Tuhan.
Ah, aku lupa.
Di dunia ini tak ada yang namanya kebetulan kan?
Maka kuganti saja,
kamu adalah takdir terindah yang Tuhan ciptakan.
Karena kurasa, aku ini wanita biasa saja.
Namun kau, kau begitu luar biasa.
Jadi, mengapa selalu kamu, Tuan?
Kurasa karena sejak awal,
kau lah yang dicari oleh jiwa sepiku.
Sebagai teman masa kini yang begitu mengagumi diriku,
menerimaku apa adanya,
menemani setiap kesempitan dunia.
Mengapa selalu kamu, Tuan?
Barangkali karena semesta pun tak bisa menolak cinta,
yang sama-sama kita tautkan
sejak kedua mata kita bertatapan.
Dahulu kupikir cinta pada pandangan pertama itu tak nyata.
Ternyata itu ada.
Dan perjumpaan denganmu membuatku percaya.
Tuhan tahu,
aku tak butuh yang terlalu sempurna.
Namun di mataku, kau tetap sosok luar biasa.
Tuhan tahu,
aku tak ingin dia yang menaruh hati pada selain satu.
Maka dia mengirimkanmu,
pria yang mampu setia hanya padaku.
Bahkan semesta pun tahu,
aku seperti sedang bercermin saat menatap matamu.
Kulihat sosokku begitu indah
dengan binar-binar mimpi indah tentang kita berdua.
Ah, kurasa sudah cukup ocehanku.
Tak perlu lagi kau bertanya ini itu.
Ini cinta, Tuan.
Kumohon jangan lagi mempertanyakan.


#Karenapuisiituindah. Reblog :)

Dan Kamu :)



Aku memperlambat sujud terahir sholat dzuhurku tadi kubiarkan keningku megecup sajadah lebih lama, 
 Dan disana  juga kuselitpan do’a-do’a serta namamu, Ra
Seusai sholat aku  membaca Al-Qur’an , 
Setelah usai ku baca ku peluk erat-erat Al-Qur’anku , Lalu kusebut namamu berkali-kali ,
 Di hadapan Allah , Sesekali air mata jatuh di sajadahku ,Kau Tau, kamu adalah laki-laki yang selalu aku perbincangkan dengan Rabbiku . 
Ra dengarkan aku jika memang namamu yang tertulis di lauhul mahfuzh milik-Nya ,Sebagai imamku dan imam anak-anakku kelak , Maka akan aku janjikan aku akan setia kepadamu ,aku akan berjalan di belakangmu sebagi ma’mummu Ra, kan ku ikuti kemana langkah kakimu pergi , 
Dan sesekali aku akan mengecup keningmu itu Ra , 
Untuk mengigatkanmu saat kau salah melangkah , aku akan menjadi tulang rusukmu yang akan mengenapkan ganjilmu lRa , Jika memang Allah menuliskan aku sebagai wanita yang namanya kau sebut di depan penghulu , Maka dengan bissmilah aku akan setia dan menemanimu samapai menutup usia ,





-#REBLOG :Kunamikaudiuratnadiku