Minggu, 08 Februari 2015

Bu...

Jadi bu, Biarkan aku jatuh cinta padanya.
Lelaki yang kusebut sebagai pengganti ayah ketika beliau sedang tak berada dirumah. 

Dengannya Aku tenang, Bu :)

Kamis, 29 Januari 2015

Menjadi Perempuan

Menakjubkan sungguh menjadi perempuan!
Ia tak pernah jauh dari urusan perasaan
Selalu tentang rasa dan pergolakannya, angan-angan yang didambanya,
juga tentang lembut peka pemantik air mata.
Terkadang dibuatnya berdecak atas kehalusan sikapnya, kedalaman jiwanya
Terkadang pula dibuatnya jengkel setengah mati karena tak pandai bermain logika.

Ya, pantas saja hanya ada satu Rabiah Al-Adawiyah
Pantas saja tak ada Nabi berkerudung di kepala
Boleh jadi urusan rasionalitas perempuan kalah jauh,
tapi urusan hati, ia pantang diadu!
Berbahagialah perempuan!
Engkau menjadi syuhada pertama atas kuat hatimu
Bahkan syurga menitipkan diri di kaki
atas lembut hatimu, juga berat perjuanganmu..

Kamis, 25 Desember 2014

Ya, Ini Rindu..

Tau bagaimana cara menyederhanakan rindu? dengan membagi?dikali? Ditambah atau dikurang? Aku tak mau membagi, dikali bisa lupa diri, ditambahkan apa lagi, dikurangi cuma dalam mimpi.. Sederhanakan untukku agar tak sesesak ini..
 
 
 
  Dengan doa katanya bisa..semoga Tuhan tak bosan mendengar kicauan dikepala

Senin, 08 Desember 2014

Berjanjilah...

Berjanjilah kepada dirimu tiga hal: jika kamu mengerjakan sesuatu, ingatlah Allah, karena Dia melihatmu; jika kamu berbicara, ingatlah Allah, karena Dia mendengarmu; jika kamu diam, ingatlah Allah, karena Dia tahu isi hatimu.


(Via Kuntawiaji)

Sabtu, 25 Oktober 2014

Suatu Saat nanti :|

Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik budinya untuk membuat tertarik. Cukup luas hatinya untuk tempatmu tinggal. Cukup bijaksana pikirannya untuk kamu ajak bicara.

Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mempertahankan seseorang, tetap jadilah diri sendiri. Kamu pun tidak (dan jangan) menuntut orang lain menerima keadaanmu bila ia memang tidak mampu menerimanya. Karena yang baik belum tentu tepat.

Orang baik itu banyak sekali dan hanya ada satu yang tepat. Selebihnya hanyalah ujian. Kamu tidak pernah tahu siapa yang tepat sampai datang hari akad. Tetaplah jaga diri selayaknya  menjaga orang yang paling berharga untukmu. Karena kamu sangat berharga untuk seseorang yang sangat berharga buatmu nantinya.

Suatu hari akan ada orang yang cukup baik dan cukup luas hatinya untuk kamu tinggali. Cukup kuat kakinya untuk kamu ajak jalan bersama. Lebih dari itu, ia mampu menerimamu yang juga serba cukup.

#RebLog :)

Minggu, 24 Agustus 2014

Hei Kamu :)


Yang kita butuhkan bukanlah yang sempurna, melainkan yang tepat

Yang kita butuhkan hanya Tuhan meridhai untuk kita, dua manusia yang berjodoh


Aku menyembunyikan namamu dari hingar bingar orang. Mendekap bayangmu dalam bilik yang terkunci rapi. Mencandaimu dalam bingkai malu yang masih kumiliki seperti pagar yang membatasi halaman dengan jalanan.

Sebab ke Tak halalan ini membuatku sadar. Aku tak ada kaitan apapun denganmu. Ijab adalah jembatan yang menghubungkan jiwaku dan jiwamu, mengharmonikan getar nada yang tadinya sumbang menjadi penuh cita rasa.


Dan alasan  jika aku masih sembunyi di balik tirai. Memandangmu dari jauh dengan mata tunduk. Sebab kita masih bukan siapa-siapa. Kita tak terikat apa-apa. Tuhan masih menangguhkan hati kita, Ingin tau seberapa susah payahnya aku menjaga hati untukmu dan kamu menjaga hati untukku. Kamu sebagai si empunya Tulang rusuk dan Aku sebagai peminjamnya, tak usah takut, tak kan tertukar.

Jangan ragu wahai Kamu..


Tuhan tau  yang kita mau, tapi belum cukup waktu

Tuhan tau yang kita mau, tapi harus sabar dulu..


Biar mata tak bertemu, Doa menyatu. Jodohku.


 untuk pengertian tak terbatasmu. Doa yang selalu bernapas. Desau yang mengibarkan kesungguhanmu menjaga hati. Kesungguhanmu berharap pada yang satu.

Allah-pun mengerti betapa kita saling ingin memiliki, berbagi lalu bercreita semalam suntuk tanpa henti, bersamamu sudah jadi mimpi-mimpi malam-malamku kemaren.

Saat akhirnya sumpah terucap, bukankah aku dan kamu akan menjadi kita, dan kamu jadi pakaianku, aku jadi pakaianmu?





Bukan untuk sesiapa lagi  : cukup kamu :)

Sabtu, 17 Mei 2014

Dan Rekah...



Ada serangkaian huruf qosam
Yang ingin kurangkaikan di jantungmu
Agar di setiap detakmu
Adalah janji setia tentang cintaku
Di sekumpulan rindu yang kuserak
Namamu adalah serpihan
Yang di pecah oleh kalam
Di Cintamu aku merekah
Di Mawarku engkau merahku

Bahasa cintaku,
Berada di luar segenap kata dan makna
Sejauh agama yang kupinang
Tak satupun menjamah rasa yang terdalam

Hai, Cinta..
Hidupku terasa begitu bermakna
Bukan karena engkau menghampiriku
Tapi, hidupku terasa begitu bermakna
  Saat aku berharap engkau menghampiriku


 #Uswaasyauqie :)