Jumat, 18 Januari 2013

Kemarilah...

Seperti angin yang membisiki pagi
lagi-lagi kutemui kau dipertigaan rindu
kembalilah segera ke hatiku
siang kan segera lahir
lalu, membungkusmu dalam rinai kenang desember

seperti dingin hari ini
tak hengkang waktu menyebut namamu, laki-lakiku
dengan secangkir kopi resah dan kue rindu
menunggu menjadi agenda yang tak absen selepas subuh

kau laki-lakiku
kemarilah ...
kita nyanyikan lagi tembang-tembang moyang kita
sebelum anyar pagi direnggut matahari
lalu, kita semanyam dalam sesal yang tak rapi

Minggu, 04 November 2012

ingin dewasa seutuhnya

Aku ingin segera dewasa seutuhnya
biar bisa mengerti kamu sepenuh hati ...
setidaknya untuk hal sekecil "Cemburu"
belum siap saat harus mendengar kamu dengan siapaun
tolong ajari aku menerima...
tolong ajari aku ikhlas..
tolong ajari aku bersyukur telah disukai_mu
biar semua itu amat sangat sulit, Ra
biar aku cukup sadar belum sepenuhnya kamu milikku
jangan buat aku kehilangan ...
itu sakit..
itu nyeri ..
itu kan buat aku menangis separahnya

aku ingin jadi dewasa seutuhnya...
tanpa harus marah marah sambil memukul-mukul apaun didekatku,saat aku cemburu
tanpa harus merasa kehilangan yang berat saat tau kamu jauh ~_~
tanpa harus berkali-kali memeluk bantal sambil sesegukan dan menyalahkanmu begitu saja
tanpa harus memasang wajah luka didepan mereka untuk sekedar mereka tau
"Aku lagi sakit"

aku ingin segera menjadi dewasa seutuhnya ..
agar bisa menyayangi kamu dengan dewasa ..
cara yang menurutku terlalu baik menyikapi segala wujud cinta dengan sesederhana mungkin..

aku ingin segera menjadi dewasa seutuhnya...


Sabtu, 29 September 2012

kanGen bloGger

huwayyyy
lama gag ngepost padahal kangen berat sama temen-temen blogger

kesibukan sebagai  mahasiswa baru sudah menjadi alasan paling awal kenapa hilya
gag muncul-muncul di blog....

ya Tuhan masih basah di ingatan 1 barapa bulan kemaren
saat dimana hilya masih sering mencuri-curi waktu

sekedar bisa mosting -what happen today,,,,,???

hem,,,, status yang beda dengan sebelumnya

menuntut hilya untuk segera dewasa dan segala hal tentunya

hem,,,, meski sebenarnya bukan dunia hilya denga jurusan yang "Serius " seperti ekonomi syariah

huh,,, padahal dulu pernah bermimpi dengan gagahnya memakai jas kebanggan warna biru "Untag"

tapi harus terima dengan sepenuh hati jika itu cuma dulu

saat semuanya belum berubah seperti saat ini

melihat kenyataan yang ada membuat miris sendiri

tak apalah proses pendewasaan diri

demi mereka yang telah berharap banyak untuk hilya

Allah, yang aku yakini punya ribuan atau bahkan milyaran rencana terindah

utnuk selanjutnyA,,,,,

ya,,, sekalipun harus belajar menerima itu memang cukup amat sulit

huwwwww



setidaknya untuk hari ini hilya bisa bernapas legah

membagi dengan kalian blogger sejati



nice day

semoga ^_^

Kamis, 23 Agustus 2012

Sajak yang merantau




Aku tulis sajak ini untukmu,bu
Sebelum petang mendahului mencium anyir kakimu
Aku ingin rasakan sekali lagi hangat tubuhmu
Yang memelukku dan cium kening yang selalu kau hadiahkan dipertiga malammu
Do’amu tak hengkang waktu
Biar musim ini aku tak pulang aku ingin mersakan kembali
Cumbu mesra saat kecilku dulu
Mengganti popok yang basah oleh kencingku
Menggendongku yang merengek minta susu
Atau bahkan saat-saat kau alirkan air mata dan keringatmu
Tuk obati keluhku
Aku tulis sajak ini untukmu,ibu
Angin yang menyampaikan cintamu dari seberang telah kupeluk
Agar kau rasa batapa aku mencintaimu jua
Mataku selalu menghangat ketika sampai
Pada wajahmu
Teduh tuamu,,,,
Tak pernah kalah oleh ganasnya matahari
Ayunkan cangkul tuk suapi aku dan ale”2ku sesuap nasi
Ikan asin ciri has mu yang aku ingini saat ini
Betapa dirantau kau baik-baik sajakah,ibu??
Kutulis sajak ini ,ibu
Agar engkau tau harap ku tuk bakti padamu
Aku kan goda Tuhan
Untuk segerakan kau kembali padaku


puisi oh puisi

Puisi oh puisi
Malam ini aku ingin menulis puisi
Dari sepi yang bergelantung diatap-atap kamarku
Aroma kopi pahit yang mengepul disampingku
Memimpin tanganku untuk berpuisi
Malam dengan gerimis haru,bulan hamper penuh
Betapa dinginnya baur indah dalam rengkuh_Mu,Tuhan
Tiba-tiba aku rindui puisi sebelum malam
Benar-benar larut lalu membiar aku kalah pada kantuk
Aku harus selesaikan celoteh hari ini
Agar tidurku tak melayngkan mimpi tanpa arah
Malam ini aku ingin menulis puisi
Persis kisah rindu adam dan hawa
Hingga kata-kata mati diotakku
Aku harus selesaikan riuh hatiku hari ini
Puisi oh puisi
Sekarat tanpa kata
Puisi adalah kerinduan terpanjang setelah Engkau,Tuhan
Izinkan aku muntahkan resah ini pada angin yang membumi
Puisi oh puisi

Senin, 20 Agustus 2012

puisi 1



Malam terlalu panjang tuk bergeming sendirian
Celoteh malaikat berbaur gaduh syaitan
Aku tak tau mana arah yang harus kutempuh??
Jalan pikirku menyesatkanku dalam bingung
Kembaraku tak sampai-sampai ditepi lautmu
Mencari sebutir rindu yang berhambur lewat angin pagi tadi
Sebutlah,aku ,ma
Dalam doa hikmatmu
Atau denyuh  nafasmu
Aku selayak bocah kecil yang haus air susumu
Hangatkan tubuhku ke tubuhmu,ma
Biar malam ini tak ada siapapun yang membisikiku
Ingin tidur dpelukmu
Sampai esok pagi berganti cerita

Sabtu, 18 Agustus 2012

menyebalkan


hem,
saya sudah memutuskan untuk tidak mengingatmu dalam segala hal
biar itu barang sekecil apapun
saya sudah cukup kecewa dengan semua ini
saya ingin hidup tengan tanpa pikiran-pikiran konyol tentang kamu
saya berusaha sekuat mungkin menerima biar sesungguhnya amat sangat menyakitkan
kamu tak tau kapan saya yang tidak menangis karenamu
hem,
Tuhan mungkin sudah cukup lelah dengan keluh saya
Menjadi tempat sampah dari segala luka saya
Padahal dulu saya lupa pada-Nya
Benar adanya  katika ditanya tentang suatu pilihan
“lelah bertahan tapi juga amat tidak bisa untuk melepaskan”
Hari ini saya benar-benar muak
Saya ingin tidak ada lagi kamu dalam otak saya
Perih ini menyatu dengan luka cukup nyeri
Hingga harus rela melakukan hal paling saya benci”menangis”
Mau tak mau air mata ini jadi saksi betapa saya “Terluka”
Kamu tak kan tau itu,,,
Kau berpunya itu yang tidak bisa saya terima
Sungguh,,
Andai saja waktu bisa saya tarik mundur
Yang saya ingin pinta pada Tuhan
Saya tak ingin menganalmu…
Menangis sejadinya ,rindu hujan deras Tuhan
Untuk menyembunyikan perih ini
Hanya hujan yeng member kehangatan pada tubuh saya
Saya belajar menjadi dewasa seutuhnya
Dengan luka ini,tentunya
Dan kamu menjadi perihal pertama saya benci keputusan