Kamis, 01 Desember 2011

kesendirian tak selalu mematikan

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!

Ditulis Oleh: Anne Ahira

Hilya, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.

'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah Hilya termasuk yang demikian? :-)

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.


Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Hilya pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain
sebagainya..!

Satu hal yang perlu Hilya ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
yang sangat Hilya sukai, misalnya dengan membaca,
menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan
Hilya. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
impian Hilya dan belum sempat dilakukan. Hilya bisa
membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

Percaya, cara ini akan menyadarkan Hilya akan
sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
menyenangkan? ;-)

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
keinginan yang ingin Hilya wujudkan selagi masih
hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
'keinginan gila' saat Hilya masih kecil? Atau mimpi-
mimpi lain yang belum terlaksanakan?

Saat itu Hilya akan sadar, ternyata banyak sekali
hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal
*utama* dan yang pertama yang harus Hilya lakukan...
Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Hilya.
Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
keberadaan Hilya di dunia.

Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
kokoh kemampuan Hilya mengarungi kehidupan,
dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan Hilya terjebak dalam kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Hilya putus asa.

Kalau Hilya mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita.

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Hilya
jadikan teman, dan ajak bicara!

Jika Hilya mau terbuka, dalam kesendirian Hilya bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Hilya bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang Hilya miliki.

Dalam kesendirian pula Hilya bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali Hilya temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Hilya.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Hilya sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
Hilya harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelola-lah perasaan Hilya dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar