Minggu, 29 April 2012

inI tentanG neneK PenjUal keCAmbah

ini TEntang ketanGguhan seorang nenek 

dia yang setiap pagi-pagi buta sudah nangkring di samping sekolahku

denagn bakul berisi camba dan daun2

berbekal keyakinan dan do'a bahwa hari ini akan bisa makan yang berkah

memperoleh rezeki dari jerih payahnya mejual cambah....

aku melihat dari balik kaca kelas 

bagaimana ia lelahnya ..dengan peluh yang terus mengucur..

terlihat jelas guratan di wajah tuanya

bagaimana kerasnya hidup yang sesungguhnya 

melayani setiap pembeli dengan ramah...


tak pedulu banyak yang mencibir...

"perempuan tangguh"

dialah Bidadari surga

nenek penjual cambah

yang dengan sabar meski seharian penuh tak mendapati satupun pembeli...

dia yang sudah berkeyakinan teguh Tuhan  selalu disampingnya

aku menangis melihat butiran dari kedua mata sayunya saat aku memberinya 

selembar uang ribuan

dengan amat bahagianya dia berucap penuh syukur...

"Terima kasih nak"

Allah..

betapa kerasnya hidup hingga mencetak perempuan sesepuh dia menjadi pahlawan bagi keluarga kecil

syukur yang amat dalam aku panjatkan padamu Allah

melalui perempuan  setangguh nenek penjual cambah

kAU menegurku

aku yang sering lupa bersyukur...

aku yang lebih banyak mengeluh

padahal aku lebih beruntung Dari pada dia

mulyakan dIa Allah

beri dia ke mudahan 


yang mengais rezeki untuk sesuap nasi dari uang 500

setiap bungkus kecambahnya

yang setiap pagi sudah siap dengan handuk di pundaknya

subhanallah

aku malu ....

betapa ia menjadi INSPIRATORku

untuk selalu berprasangka baik pada MU Allah


INi adalah pelajaran bagi kita

bahwa hidup adalah perjuangan..

jangan mengeluh dengan hidup yang kita alami

karna lihat mereka lebih sakit dari mereka...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar