Jumat, 17 Agustus 2012

Kenang aku,maya

          KeNang aku,maya
Kenang aku maya
Meski linang telah jadi air mata
Dan angin malam ini cukup kuat tuk sekedar redam nyeriku
Biar kemarau tak dating kau adalah satu musim dalam hidupku
Terus,terus kenang aku maya
Sebab kangenku menyiulkan laksa
Kaupun tak pulang-pulang dari otakku
Kubiarkan air mata banjir didada
Lalu basah tubuhku jadi saksi
Betapa aku sakau karenamu
Kenang aku maya
Tentang kisah kita yang dahulu
Terjerat angkara,sebab kau berdusta
Aku tetap mengharapkanmu mengenangku
Kunikmati ngilu yang hampir membunuhku
Sebab cinta ini amat besar untuk kumuntahkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar