Sabtu, 18 Agustus 2012

menyebalkan


hem,
saya sudah memutuskan untuk tidak mengingatmu dalam segala hal
biar itu barang sekecil apapun
saya sudah cukup kecewa dengan semua ini
saya ingin hidup tengan tanpa pikiran-pikiran konyol tentang kamu
saya berusaha sekuat mungkin menerima biar sesungguhnya amat sangat menyakitkan
kamu tak tau kapan saya yang tidak menangis karenamu
hem,
Tuhan mungkin sudah cukup lelah dengan keluh saya
Menjadi tempat sampah dari segala luka saya
Padahal dulu saya lupa pada-Nya
Benar adanya  katika ditanya tentang suatu pilihan
“lelah bertahan tapi juga amat tidak bisa untuk melepaskan”
Hari ini saya benar-benar muak
Saya ingin tidak ada lagi kamu dalam otak saya
Perih ini menyatu dengan luka cukup nyeri
Hingga harus rela melakukan hal paling saya benci”menangis”
Mau tak mau air mata ini jadi saksi betapa saya “Terluka”
Kamu tak kan tau itu,,,
Kau berpunya itu yang tidak bisa saya terima
Sungguh,,
Andai saja waktu bisa saya tarik mundur
Yang saya ingin pinta pada Tuhan
Saya tak ingin menganalmu…
Menangis sejadinya ,rindu hujan deras Tuhan
Untuk menyembunyikan perih ini
Hanya hujan yeng member kehangatan pada tubuh saya
Saya belajar menjadi dewasa seutuhnya
Dengan luka ini,tentunya
Dan kamu menjadi perihal pertama saya benci keputusan




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar