Selasa, 01 April 2014

Aku dan Kamu

Aku, dan kamu. Kita adalah debaran dan setangkup dugaan-dugaan dalam secangkir kopi. Kita sama-sama tahu. Sama-sama bisu. Pertemuan singkat, waktu, dan segalanya telah meluap, termasuk aku.

Ada puluhan resah yang ingin diucapkan oleh dinding tempat kau bersandar. Antara kamu, dan aku , yang menaburkan buih-buih cinta saat kau berucap ‘sayang’.

 Bagimu aku tetaplah permukaan laut. Dan kau adalah angin yang mampu menciptakan ombak. Diketenangan senja, hujan pernah menyaksikan puisi-puisi yang tak pernah bosan menghubungkan kita. Antara aku dan kamu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar