Selasa, 01 April 2014

Hai kangen, Apa kabar ?

Hai,kangen.
Apakabar? Aku kangen.

Beberapa hari ini kamu semakin nakal. Berlari-lari di kepalaku. Melayang sampai menabrak langit-langit. Lalu meleletkan lidah. Atau ini, membuatku kesulitan melanjutkan tulisan tidak penting ini. Sibuk mengetik, menghapus, mengetik, menghapus.Semuanya jadi ruwet. Bundet.

Aku sudah pernah bilang, kan. Jangan ke mana-mana. Tapi kamu bandel. Jadi kalau sepanjang hari ini kamu ada di mana-mana, inikah yang dinamakan kangen? Kamu bahkan sempat-sempatnya melambai di lembabnya hujan deras tadi pagi.

Kamukok menyebalkan ya. Tapi bikin aku kangen.

Kangen itu semacam mendengarkan lagu kesukaan. Lalu berhenti di tengah-tengah. Lupaliriknya. Masih senang rewind berkali-kali.

Kangenitu semacam beberapa detik sekali mengecek hape. Membuka kotak pesan. Lalucemberut—tidak ada pesan masuk. Mengetik pesan, menghapusnya, mengetik lagi,membaca sendiri. Lalu hanya disimpan di draft. Duh, sedih.

Kangenitu semacam ingin mengirim pesan. Tapi tidak punya pulsa. Kira-kira lewat telepati bisa tidak, ya. Mungkinkah titip salam kepada gerimis kecil.

Kangenitu semacam ingin segera merayakan tatapanmu. Sedihnya, kamu bolak-balikmerem—kelilipan debu abu. Saat kamu bersiap menatapku. Aku meleleh.

Kangen itu semacam menunggu jadwal bus keberangkatan. Lima menit lagi. Sibuk.Meremas-remas tiket hingga lecek. Lalu kebelet pipis. Saat kembali, bus sudah berangkat.

Kangen itu semacam kodok ngorek. Kangen hujan.

Kangen itu semacam ingin update facebook. Lalu nge-tag yang dikangeni tapi deg-degan. Akhirnya hanya menscroll beranda sampai habis.

Kangen itu semacam ingin mention. Tapi takut tidak dibaca. Akhirnya cuma berani#nomention.

Aku kangen. 

Sepagian kangen memburu. Kuat sekali. Untung saja kangen ini tidak ada batasnya. Kalau saja ada, pasti sudah habis. Soalnya setiap hari aku kangen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar