Selasa, 15 April 2014

Sedetik Saja Jelang Matiku...

Tuhan,
Beri aku waktu sebulan saja
Untuk mengerti betapa Kau telah sempurnakan hidupku
Dengan segala anugerah tak terhingga 
Dari yang kupinta sampai yang tak sempat kupinta
Dari yang kudamba selalu hingga yang tak terpikirkanku...

Tuhan,
Jika sebulan terasa begitu lama 
Cukuplah seminggu yang penuh kesadaran 
Betapa Engkau sangat menyayangiku 
Bahkan dalam bejatku, kejiku, durhakaku

Tuhan, 
Jika seminggu pun masih terlalu panjang
Cukuplah sehari untuk membuatku sadar 
Bahwa akulah sang durja itu
Sang perongrong-Mu, yang selalu menuntut-Mu begini dan begitu
Untuk puaskan mauku
Sementara tak sekalipun aku mengerti-Mu
Bahkan sekadar mengingat-Mu, mengyebut nama-Mu
Apalagi berkirim salam cinta pada-Mu
Kecuali dalam rapuhku...

Tuhan, 
Andai itu pun masih begitu lama 
Beri aku satu jam saja 
Untuk intim muncumbu-Mu, mencium-Mu, bersatu pada-Mu
Agar aku bisa mengerti 
Engkaulah Tuhanku dan akulah sahaya-Mu

Tuhan,
Bila itu pun masih terlalu panjang 
Cukuplah sedetik saja jelang kematianku
Untuk meratap ampunan-Mu...

Tuhan,
Sedetik saja, sedetik saja, sedetik saja...



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar